Kota terbesar di Turki dengan penduduknya yang mencapai lebih dari 14
juta jiwa ini seringkali disebut-sebut sebagai kota paling
romantis di batas Eropa. Terletak tepat di Selat Bosphorus yang
memisahkan Benua Asia dan Eropa, kota ini dapat dikatakan berdiri di dua benua sekaligus. Kecantikan dan kemegahan klasiknya
menarik hati banyak petualang untuk singgah berkunjung.
Sejarah kota Istanbul membentang jauh ke masa lebih dari dua milenium
yang lalu. Berawal dari koloni Romawi yang sederhana, kota yang dulunya
bernama Konstantinopel ini kemudian berkembang pesat hingga sempat
menjadi kota terbesar di dunia dengan statusnya sebagai ibukota
Kekaisaran Byzantium. Pada abad ke-15, kota ini ditaklukkan oleh
Kesultanan Turki Utsmani dan menjadi ibukota baru mereka dengan nama
Istanbul. Sejak itu lah kota ini dikenal dengan namanya saat ini.
Apa saja yang bisa kita lakukan saat berkunjung ke kota ini? Banyak
sekali! Berikut 20 di antaranya yang pastinya menarik untuk dicoba:
1. Mengunjungi Aya Sofia
Seseorang belum sah disebut sudah ke Istanbul kalau belum mengunjungi
bangunan ini. Aya Sofia atau Hagia Sophia yang berarti 'kebijaksanaan suci' telah berdiri
sejak abad ke-4 Masehi sebagai gereja ortodoks Byzantium. Bayangkan,
bangunan megah dengan menara dan kubah besarnya yang menjulang ini
berumur lebih tua dari Borobudur dan Prambanan. Setelah kota ini
ditaklukkan oleh Turki Utsmani, Aya Sofia dialihfungsikan sebagai
masjid. Pada Abad 20, Aya Sofia kemudian diubah menjadi museum dan
dibuka untuk publik.
2. Bertamu ke Masjid Sultan Ahmet
Masjid
Sultan Ahmet atau Sultan Ahmet Camii, sering disebut juga Masjid Biru,
didirikan pada Abad ke-17 oleh Sultan Ahmet I. Lokasi masjid ini berada
tepat di seberang Aya Sofia, sehingga bisa sekaligus dikunjungi. Desainnya pun terinspirasi dari arsitektur Aya Sofia, namun dengan skala yang lebih besar dan lebih megah lagi. Disebut Masjid Biru karena dindingnya penuh dihiasi sekitar 20.000 keramik biru yang dibuat khusus di Iznik. Hiasan kaligrafi terdapat di bagian dalamnya.
3. Turun ke Basilica Cistern
 |
via: electrummagazine.com |
Di
Istanbul, terdapat ratusan tangki air bawah tanah yang berasal dari
zaman kuno. Tangki tersebut berfungsi untuk mengontrol air sekaligus sebagai sumber pasokan air bagi kota. Salah satunya yang terbesar, terindah, dan paling terkenal adalah
Basilica Cistern yang terletak hanya 150 meter dari Aya Sofia. Tangki air ini dibangun di bawah sebuah basilika kuno pada zaman Kaisar Justinian I di Abad ke-6. Dalam Bahasa Turki, tempat ini disebut Yerebatan Sarayı atau Istana Yang Tenggelam.
4. Melihat Bekas Hippodrome di Sultanahmet Meydani
 |
via: dimasky.com |
Tepat di depan Masjid Sultan Ahmet, terbentang sebuah taman dan alun-alun yang disebut Sultanahmet Meydani. Di lokasi ini, dahulu berdiri sebuah hippodrome/ stadion pacuan kuda dari zaman Romawi Byzantium. Saat ini, yang tersisa hanya lah sedikit saja dari reruntuhannya. Seperti sebuah tugu obelisk berusia 3.500 tahun yang aslinya berasal dari Kuil Karnak di Mesir, lalu dibawa ke Konstantinopel oleh Kaisar Theodosius pada Tahun 390 Masehi. Obelisk ini diletakkan di bagian tengah hippodrome pada masa lalu.
5. Menyambangi Istana Topkapi
Masih di area yang berdekatan dengan Aya Sofia dan Masjid Sultan Ahmet, berdiri istana yang menjadi kediaman para Sultan Turki Utsmani selama hampir 400 tahun. Di dalamnya, kita bisa melihat seperti apa ruangan-ruangan yang dulu digunakan sebagai tempat audiensi, tempat menerima tamu negara, sampai ruang keluarga Sultan. Istana ini sekarang berfungsi sebagai museum yang memamerkan benda-benda dari zaman kesultanan. Selain itu, terdapat juga sejumlah relik yang dikatakan milik Nabi Muhammad, seperti jubah dan pedang.
Karena nilai historisnya, istana ini telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.
6. Menikmati Suasana di Dermaga Ortakoy
 |
via: http://fairyholiday.com.my |
Dermaga Ortakoy adalah kawasan yang populer untuk bersantai menikmati pemandangan Selat Bosphorus. Dari dermaga ini, kita bisa menaiki kapal ferry untuk menyeberang ke beberapa lokasi lain di Istanbul. Tak jauh dari dermaga, berdiri Masjid Ortakoy, salah satu bangunan paling ikonik di Selat Bosphorus. Masjid ini dibangun pada Abad 19 dengan gaya Neo-Baroque dan pencahayaan alami yang baik.
7. Mengunjungi Museum Arkeologi Istanbul
Museum Arkeologi Istanbul didirikan atas perintah Sultan Abdulaziz di Abad 19 yang terpesona setelah kunjungannya ke museum-museum di Paris,
London, dan Wina pada musim panas 1867. Dia kemudian memerintahkan pembangunan museum serupa di Istanbul. Kini, Museum Arkeologi Istanbul memiliki lebih dari 1 juta koleksi, termasuk sejumlah koleksi terkenal seperti peti mati Alexander Agung, serta berbagai artefak dari zaman Mesir kuno, Yunani kuno, dan Babilonia kuno.
8. Cuci mata di Grand Bazaar
Bayangkan sebuah pasar yang biasa kamu kunjungi yang menjual
pernak-pernik dan barang-barang unik. Lalu kalikan luasnya sepuluh atau
dua puluh kali lipat. Mungkin itu masih belum bisa menyamai luas Grand
Bazaar di Istanbul. Pasar kuno dari zaman kesultanan yang memiliki atap
tertutup ini terdiri dari 61 lorong yang dipadati oleh lebih dari 3.000
toko, menyajikan beragam pilihan barang-barang antik khas Turki seperti
lampion kaca, karpet, kain, perhiasan, sepatu, perabotan logam, serta
makanan tradisional. Diperkirakan, pasar ini dikunjungi 250.000 -
400.000 turis setiap harinya. Bahkan bisa mencapai lebih dari setengah juta per hari pada saat tertentu.
9. Mampir ke Istana Dolmabahce
 |
via: alphacoders.com |
Dibangun pada Abad 19 di tepi Selat Bosphorus, istana megah ini
merupakan kantor pusat Kesultanan Turki Utsmani sekaligus kediaman
Sultan yang baru untuk menggantikan Istana Topkapi. Dengan luas mencapai 110.000 meter persegi, Istana
Dolmabahce memiliki 285 kamar, 46 aula, 6 pemandian (hammam), dan 68
toilet. Berbeda dengan Istana Topkapi yang bergaya Utsmani klasik dengan warisan Byzantium, Istana Dolmabahce ini lebih bergaya Eropa dengan ukiran mewah yang menunjukkan proses westernisasi di Turki. Kini, istana ini dapat
dikunjungi oleh publik. Jadi sayang sekali kalau kita tidak mampir ke
sana.
10. Menikmati Selat Bosphorus Dari Atas Kapal Ferry
 |
via: egypttoursplus.com |
Selat cantik yang membelah Istanbul ini sekaligus benua Eropa dan Asia
ini bisa dinikmati dengan berbagai cara. Salah satunya dari atas kapal
ferry yang menjadi angkutan penyeberangan di selat ini. Sambil menunggu
sampai di tujuan, kita bisa melihat dengan jelas pemandangan kota dan
tepi selat yang berpadu antara kuno dan modern. Harganya juga
terjangkau. Tidak heran kalau ferry ini menjadi favorit para turis.
11. Menyantap Sandwich Ikan di Jembatan Galata
 |
via: contentedtraveller.com |
Di sekitar Jembatan Galata yang berada di Golden Horn, terdapat banyak
penjual sandwich ikan sarden yang sudah terkenal akan kelezatannya. Roti
yang diisi sayuran segar serta potongan ikan yang gurih ini nikmat
sekali dimakan sebagai santapan siang atau sekadar cemilan sambil
menikmati pemandangan sekitar. Uniknya, beberapa penjual sandwich juga
menjualnya dari atas perahu yang berjajar di sepanjang jembatan.
12. Hang Out di Jalan Istiklal
Jalan Istiklal adalah sebuah jalur pedestrian yang membentang mulai dari Menara Galata sampai ke alun-alun Taksim Square. Jalanan sepanjang sekitar 1,4 km ini penuh dengan restoran, kafe, bar, butik, toko buku, hotel, sampai bioskop dan galeri seni. Tinggal pilih kegiatan apa yang kamu sukai. Mau belanja bisa, cari makan bisa, sekadar nongkrong dan cuci mata pun bisa. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung di sepanjang jalan ini bisa mencapai 3 juta per hari!
13. Belanja Cantik di Nişantaşı
 |
via: istanbul.com |
Kawasan Nişantaşı di Distrik Şişli adalah kawasan perbelanjaan yang lebih elit dengan banyak toko-toko bermerek papan atas
. Di kawasan ini juga terdapat banyak restoran, kafe, dan bar yang cocok untuk bersantai. Sastrawan Orhan Pamuk yang juga peraih Nobel merupakan warga lokal di Nişantaşı. Banyak latar di novelnya yang menggambarkan suasana di kawasan ini.
14. Pijat di Pemandian Hamam
Hamam berarti 'kamar mandi'. Di Istanbul, Hamam merupakan sejenis
pemandian umum yang konsepnya berasal dari zaman Romawi Kuno. Pada zaman
dahulu ketika kamar mandi pribadi belum lumrah, orang-orang di kota ini
mandi di Hamam yang banyak tersebar di berbagai penjuru kota. Di zaman
sekarang, Hamam juga masih populer sebagai tempat pemandian baik bagi
penduduk lokal maupun turis. Sebagian Hamam sekarang juga menggunakan
konsep spa modern. Kalau mau merasakan nikmatnya pijatan Turki sambil
membersihkan diri, Hamam adalah tempatnya.
15. Memandang Kota dari Menara Sapphire
Kebanyakan turis mencari pemandangan Istanbul di ketinggian dari Menara
Galata. Tapi pada tahun 2011 lalu, Istanbul telah meresmikan sebuah
menara baru yang merupakan gedung tertinggi di Turki, yaitu Menara
Sapphire. Menara ini terletak di distrik bisnis Levent, terdiri dari 54
lantai ditambah 10 lantai bawah tanah. Di bagian atasnya, terdapat dek
observasi di mana kita bisa leluasa memandang suasana kota Istanbul.
Dek tersebut dilengkapi kafe yang menyediakan makanan dan minuman.
16. Menonton Darwis Berputar
 |
via: haqqitours.com |
Di Turki terdapat banyak kelompok sufi, terutama tarikat pengikut
Jalaluddin Rumi yang pusatnya juga berada di Turki, tepatnya di Kota
Konya. Di Istanbul sendiri, berbagai perkumpulan kerap mengadakan
pertemuan dan zikir bersama yang diselenggarakan di aula-aula sufi. Dari
rangkaian puji-pujian mereka, yang paling terkenal adalah tarian
berputar yang biasa disebut Darwis Berputar. Pada jadwal tertentu, kita bisa menyaksikan tarian mistis yang sarat makna ini. Aula sufi (tekke) paling terkenal di Istanbul untuk menyaksikan tarian ini adalah
Galata Mevlevihanesi.
17. Melihat Miniatur Turki di Miniatürk
 |
via: istanbul-daily-city-tours.com |
Sekitar 122 miniatur bangunan modern dan bersejarah di Turki dapat dilihat di Miniatürk yang berdiri di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dan dibuka pada Tahun 2003 ini. Miniatur tersebut dibuat dengan skala 1:25. Sejumlah bangunan yang dibuatkan miniaturnya di taman ini antara lain adalah Aya Sofia, Masjid Sultan Ahmet, dan Kuil Artemis di Efesus.
18. Mampir ke Valens Aqueduct
 |
via: wowturkey.com |
Valens Aqueduct adalah sebuah sistem saluran air melayang dari Zaman Romawi Byzantium sekitar Abad ke-4 Masehi. Sistem ini dahulu dibuat untuk memenuhi kebutuhan suplai air di dalam kota. Sisa-sisanya masih melintang megah di Istanbul sampai sekarang, khususnya di area antara Masjid Fatih sampai ke Universitas Istanbul. Terlihat kontras dengan suasana lalu lintas Istanbul modern.
19. Mengamati Kehidupan Laut di TurkuaZoo
 |
via: blooloop.com |
Istanbul Sea Life Aquarium atau TurkuaZoo adalah salah satu aquarium terbesar di Eropa. Terdapat sekitar 25.000 spesies kehidupan laut yang berada di aquarium ini. Selain sebagai lokasi wisata yang menarik banyak pengunjung, tempat ini juga menjadi pusat penelitian kelautan. TurkuaZoo terletak di BayrampaÅŸa.
20. Menemukan Sejarah Yahudi di Jewish Museum of Turkey
 |
via: http://www.hurriyetdailynews.com |
Istanbul adalah kota multikultural dengan banyak keyakinan. Komunitas Yahudi juga merupakan bagian dari sejarah Istanbul selama ratusan tahun. Berbagai peninggalan Yahudi di Istanbul dan Anatolia seperti pakaian, perabotan, dan surat-surat kuno terpajang di Jewish Museum of Turkey, yang terletak di Karaköy. Museum ini sendiri didirikan untuk memperingati 500 tahun kedatangan pengungsi Yahudi Sephardim yang menyelamatkan diri dari Inkuisisi Spanyol ke wilayah Turki Utsmani.
0 Comments