Megahnya Taman Dedari dengan Patung Para Bidadari di Ubud, Bali

Bali memang sudah lama terkenal dengan wisata budaya yang luar biasa indah. Kali ini, Bali kembali menawarkan sebuah destinasi wisata eksotis dengan patung para bidadari yang turun ke bumi. Kamu bisa menemukannya di Taman Dedari yang terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar.

ariewinaya , l.christina12, veronica_baybarra/ Instagram

Taman Dedari masih berada di satu kompleks yang sama dengan The Royal Pita Maha Hotel, yang berlokasi di Jalan Raya Kedewatan. Begitu memasuki area taman, kita akan disambut patung-patung batu para bidadari bergaya tradisional Bali. Jumlahnya mencapai 50 patung, terdiri dari empat patung setinggi 10 meter, 4 patung setinggi 5 meter, dan 42 patung kecil yang berjajar di sepanjang Sungai Ayung, 

Pembuatan Taman Dedari terinspirasi dari legenda Resi Markandeya, seorang suci yang dipercaya sebagai penyebar agama Hindu dari Pulau Jawa. Diceritakan bahwa pada Abad ke-4 Masehi, sang resi melakukan perjalanan dari kawasan suci Dieng menuju Pulau Bali, di mana dia bertapa di tepi Sungai Ayung. Sang resi kemudian menyaksikan para bidadari turun dari langit menuju sungai. 

Untuk masuk ke Taman Dedari, pengunjung tidak dikenakan biaya. Kita cukup memesan makanan dan minuman yang tersedia. Ada banyak menu unggulan di sini, seperti bebek krispi dedari, ayam betutu panggang, serta es lunak dedari. Pengelola juga menyediakan fasilitas mulai dari toilet sampai musala dan pura. Kamu juga bisa menginap langsung di The Royal Pita Maha Hotel agar bisa lebih leluasa mengunjungi Taman Dedari. Kamu bisa booking langsung di sini ya.


Kamu ingin tahu pilihan hotel terbaik lainnya untuk liburan di Bali? Cek sekarang juga di sini. 


Paperkampung mengajak semua pembaca untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lokasi wisata kita, khususnya wisata alam. Jangan pernah membuang sampah sembarangan, mencoret-coret, memetik, menebang, mematahkan, menangkap satwa liar, dan tindakan merusak lainnya. Mari menjadi wisatawan yang bertanggungjawab dan beretika.

Post a Comment

0 Comments